Archive for November, 2006

Setitik cahaya lupakan terangnya matahari

Sunday, November 26th, 2006

Setitik cahaya lupakan terangnya matahari

Bagaimana bisa kita yg merasa kuat,yg merasa tlah diberi setitik cahaya,
yg telah bangkit dari jurang hina, kembali menjadi bodoh, kembali menjadi gelap kembali menjadi budak atas semua pikiran yg tak tentu arah mengikis iman
ketidaksiapan menghadapi realita depan mata, hanya angan-angan hasil kesombongan.
Sisa kotoran yg masih menempel di hati seakan bekas luka yg tak bisa hilang
Sakit hatiku pada dunia yg ternyata merupakan kebohongan juga
merasa diri jendral ternyata prajurit bodoh pemalas yg bangga karena bisa menembak satu musuh…dan jutaan musuh terawa padaku…syetan sial!!!
ku yg tlah aniyaya diriku kembali mengharap cahayaMU
cahaya yg pernah hadir dalam kalbuku
cahaya yg ingatkan diriku akan hadirMU
setitik cahaya yg membuatku menipu diri
merasa dekat dan ternyata ku hanya terjebak
cahaya yg buat ku tinggi secara drastis
dan akhirnya ku jatuh kembali ke pinggir jurang (secara drastic)
keluar dari barisan rasulMU,lupa akan syariatnya

ku yg tak pernah tau dosa lalu terampuni
ku yg tak bisa menangis ketika menang
ku yg tak bisa tertawa ketika kalah
ku yg tlah lupa kembali akan kekuatanmu
kau pembolak-balik hati manusia
izinkalah hambamu ini…

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Yang menguasai di Hari Pembalasan.
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”(AL-Fatihah :1-7)

Entah apa yg mereka pikirakan tentang diriku,
Tolong jangan beri aku label munafik
Ku masih ingin kumasih ingin melihat hati-hati bersih pada mereka
Ku masih ingin mendengar ayat-ayat ALLAH yg maha mendengar jeritan hambanya yg beriman.
Tolonnglah hambaMU ini, Jadikanlah setan pada diriku pihak yg terkalahkan
Semoga usaha perjuangan dengan darah dan air mata jiwa raga harta ini menjadi amalan di mataMu

“Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti; maka itulah yang lehih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahayapun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),
dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) vang berkata “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.
Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan”(AL-Anfaal :19-24)

Ditulis senin 27 November 2006 9pagi setelah sekian lama ,(kayanye berat amat dah!!!)
Cuma tulisan dari sedikit harapan jangan mikir macem2

Big lot of Thanks for all
revoLUTHIon

cinta = power

Sunday, November 26th, 2006

Knapa hadirmu buatku gundah
Knapa senyummu buatku gelisah..
Perasaan yg buat ku tampak bodoh
Karena menjadi manusia yg tak pernah
Paham akan cinta…
Bedakah orang yg hanya tahu
Dan orang yg merasakan cinta

Sejak mata ini terarah pada raut muka nan jelita
Dibalut kerundung panjang nan suci
Datanglah kekuatan ini
Bernaung dibawah syariahMU
Menambah indah nikmatMU

Oh ALLAH
Pemilik segala cinta hakiki
Engkau dan rasulMU adalah lebih kucinta dari apapun
Jangan biarkan ku terbuai dalam angan indah yg blum terwujud
Jadikanlah rasa ini kekuatanku
Menjalankan sunnahNya
Mebentuk kluarga yg sakinah
Membentuk majelis yg slalu zikir padaMU
Membentuk negara yg berazaskan AL-Qur’an dan ASsunnah

Kini ku sadar
Kaulah setengah agamaku
Kan kubuktikan akulah yg pantas dapat cinta sucimu
Tunggu aku
Bersama kita slalu sampai surga
AMIN

MENGAPA WANITA MUDAH MENANGIS ?

Sunday, November 26th, 2006

MENGAPA WANITA MUDAH MENANGIS ?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. ? Ibu, mengapa Ibu menangis ??. Ibunya menjawab, ? Sebab aku wanita?. ? Aku tidak mengerti ? kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. ? Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti ? ?

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. ? Ayah, mengapa Ibu menangis ?, ibu menangis tanpa sebab yang jelas ? sang Ayah menjawab, ? Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan ?. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, ? Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis ??

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, ? saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mmapu menhan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walaupun kerap berulang ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan sistuasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan membrikan kenyamanan sat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agat tidak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling menlengkapi dan salaing menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan. ( Zuriati ibrahim From Milist Ingatan, Copy right by www. Eramuslim.com/artikel )

Why man don’t cry…??!!
(saingannya neech…..)

Hati Seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya : “Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda. Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu bergumam : “Aku tidak mengerti.” Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, yang membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya : “Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab : “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban sang Ibu. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran, mengapa wajah Ayahnya yang tadinya tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi terbungkuk-bungkuk?

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini. “Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi.”

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya.”

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya.”

“Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya.”

“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya.”

“Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai
hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesame saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Isteri yang baik adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya, Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya.”

“Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh Laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri kamar Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. “Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah.”
:-)
Dari temen dudunger yang blm mau diketahui identitasnya

Buat Para Ukthi ku…

Sunday, November 26th, 2006

Buat Para Ukthi ku…

Menunggu memang melelahkan jiwa, pangeran yang di nanti pun entah di mana gerangannya. Namun…tidaklah sebanding artinya kalau kau gadaikan aqidah hanya karena gundah gulana.

Bukankah kakanda kelak juga ada di surga? Mengapa tak tunggu saja ia datang berkereta kencana bertahta emas permata?

***
Kesepian memang kadang menyakitkan, menoreh setiap senyum dan tawa, serta menciptakan riak anak sungai di sudut mata. sedih dan pedih silih berganti kunjung mengunjungi. Pupus segala harap, melukai semua impian kadang memabukkan. hinggá, jiwa yang rapuh menciptakan serpihan kegelisahan yang memilukan.

Saat temaram rembulan menyuguhkan hidangan, terlintas sekelebat bayang, di sibaknya kegelapan, Namun entah dimana ia berada. Kecewa, hinggá guratan keresahan menyibakkan kelamnya malam. Kebisuan yang menusuk-nusuk membuat kedukaan semakin berat, bahkan menghujamkan akal dan aqidah. Air mata semakin deras tumpah, lelah tubuhpun mencoba rebah. Namun jiwa ini lemah, bening air yang coba di bendungnya kembali menerobos kelopak mata, ke pipi, hinggá membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya.

Cinta…entah berapa banyak pahlawan yang tercipta karenanya, Namun cinta juga kadang melahirkan para pecundang. Ia laksana kobaran api yang berasal dari setitik bara, menyuluh, Namun dapat pula membakar. Impian karena cinta membuat hati dan raga di selimuti bahagía, memompa harapan yang keluar masuk melalui butiran darah.

Mengharapkan belahan jiwa yang Siap mendampingi saat tawa dan air mata, hinggá terbentang siluet istimewanya seorang wanita yang telah menikah, mengandung, dan melahirkan si kecil dengan selimut kasih sayang, penuh luapan cinta. Namun, impian berbeda dengan kenyataan, sepi semakin menggerogoti hari, sendiri dan masih saja sendiri.

Duhai belahan hati, entah dimana kakanda bersembunyi, cinta dan impian untuk membentuk sebuah keluarga memang begitu indah. Namun tatkala ia Belum menyapa janganlah membuat gundah dan resah, bahkan merubah pandangan pada Sang Pemilik Cinta.

Kegelisahan jangan pula membuatmu menggadaikan aqidah, karena sungguh itu harta yang tak ternilai harganya. Tak ada yang dapat membelinya, apalagi dengan basa-basi cinta yang menyelubungi halleluyah.

Cinta membara tak akan menghapus ketentuan ALLAH SWT, “dan Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman…(Al Baqaráh: 221)

Cinta akan membentuk sebuah keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah karena kesamaan iman dan aqidah, dalam naungan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan biarkan sedikitpun celah hatimu terbuka dengan cinta berselubung halleluyah, karena itu akan meranggas aqidah.

Pernikahan dengan keyakinan berbeda, tak akan melahirkan ketentraman jiwa, karena ia adalah zina. Kelak dapatkah engkau menjawab saat anakmu bertanya mengapa ayah selalu pergi hari minggu, sedang dirimu rukuk dan sujud? Bisakah engkau menjelaskan saat anak laki2 mu bertanya, mengapa ayah tidak mengahadiri sholat jum’at padahal dirimu berbicara panjang lebar tentang kewajiban menunaikannya? Atau, mengapa ayah tidak mengucapkan bismillah tapi atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus? Juga mengapa Tuhan ayah ada 3 sedangkan dirimu sellau berucap ahad..ahad.. ahad…?

Mampukah engkau menjelaskan semua itu dan banyak pertanyaan lagi dari buah hatimu? Bahkan sanggupkah engkau menahan murkanya Allah SWT?. Duhai jiwa yang lelah…saat tanya beruntun mengetuk jiwa, dimanakah gerangan Kakanda berada, kembalilah pada Sang Pemilik Rahasia. Lantunkan munajat dan do’a. mohon tetapkan iman untuk selalu terhatur pada-Nya. Jadikan hati ini selalu ikhlas serta rela atas semua keputusan

As’alukallahumarridh a ba’dal qadha, wa burdal’iisyi ba’dal maut, wa ladzdzatan nazhori ila wajhika, wa syauqon ila liqaa’ika. Ya Allah aku mohon kerelaan atas setiap keputusanMu, kesejukan setelah kematian, dan kelezatan memandang wajahMu serta kerinduan berjumpa denganMu

Mohonkan juga kepadaNya, agar ia menguatkan niat dan azzam kepada lelaki yang Belum menikah untuk segera menyempurnakan setengah agama, sehingga dirimu serta pasangan jiwa tercinta dapat bersama membangun istana kecil nan indah dalam naungan ridho-Nya. Sabar dan besarkan jiwa.

Kalaulah Allah SWT menakdirkan dirimu sebagai lajang di dunia fana, yakinlah di surga ada kakanda yang setia menunggu hinggá saatnya tiba. Kuatkan hati, tegar dan selalu tegar, karena dirimu memiliki harta yang tak ternilai harganya, ialah AQIDAH.

Wallahua’lam bi shawab

Source: K. Motivasi Rohani DT jkt
By. Ust. Asyam Abdul Fattah

IBU…, CERITAKAN AKU TENTANG IKHWAN SEJATI…

Sunday, November 26th, 2006

IBU…, CERITAKAN AKU TENTANG IKHWAN SEJATI…
dari Indrianti

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…

Sang Ibu tersenyum dan menjawab… Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya….

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…..

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah… Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan…

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

….setelah itu, ia kembali bertanya…

” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?”

Sang Ibu memberinya buku dan berkata…. “Pelajari tentang dia…” ia pun mengambil buku itu

“MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu

Lelaki Paling Sederhana

Sunday, November 26th, 2006

Lelaki Paling Sederhana
Publikasi: 21/09/2005 17:00 WIB
Saya tak akan menyebut namanya dalam tulisan ini, satu alasannya tentu saja untuk menjaganya tetap rendah hati dan sesederhana kesederhanaannya saat ini. Lelaki ini sudah menjadi sahabat saya sejak belasan tahun lalu saat kami sama-sama dipersatukan dalam wadah organisasi pelajar islam. Hingga detik ini, sejak belasan tahun itu pula ada yang tak berubah dari dirinya, yakni kesederhanaan yang erat melekat dalam kesehariannya.
Ada banyak kisah kebersamaan dengannya. Medio tahun 2000, beberapa bulan setelah saya menikah, isteri saya bercerita tentang sahabat perempuannya yang juga berkeinginan mengakhiri fase kesendiriannya dan berharap dipertemukan dengan seorang pangeran yang kan mengukirkan nama indahnya di atas prasasti cinta berbingkai pernikahan. Terbetiklah nama sahabat saya itu untuk dipertemukan dengan sahabat isteri saya. Lelaki ini bukanlah pangeran, ia tidak akan membawa sekuntum bunga yang kan disematkan ke hati yang merindu biru itu. Lelaki ini hanya punya satu cinta, bukan cinta yang sederhana, melainkan cintanya kepada kesederhanaan.
Hari yang ditentukan pun tiba, saya menjemput lelaki ini di kawasan Menteng untuk beranjak ke Bogor. Layaknya seorang lelaki yang hendak dipertemukan dengan gadis, pakaian perlente, sisiran rambut klimis mengkilap ditambah empat-lima semprotan pewangi di sudut-sudut tertentu tubuh semestinya dilakukan. Tidak dengan lelaki ini, bersandal jepit, kaos oblong dari gantungan di balik pintu, mandi ala kadarnya dan tak sempat ber-shampoo, berangkatlah ia. Sodoran pakaian lebih rapih dari tangan ini ditolaknya halus, “gadis itu akan menikah dengan saya, bukan dengan baju kamu.” Mengalahlah saya.
Pertemuan di selasar sebuah masjid di Bogor pun begitu menegangkan, saya menangkap kerut tajam di alis gadis yang hendak diperkenalkan dengan lelaki sederhana sahabat saya. Mencoba menebak gurat wajahnya yang terlihat tak nyaman dengan penampilan lelaki yang ia mencoba menautkan hati padanya. Akankah?
Malam setelah pagi yang menegangkan itu, saya beranikan diri bertanya kepada isteri saya perihal komentar, pikiran, tanggapan, penilaian dan juga perasaan sahabatnya terhadap sahabat saya. “Aneh,” cuma itu pernyataan yang keluar dari mulutnya menjelang kami berpisah sebelum siang.
Kurang dari tiga bulan lalu, perempuan sahabat isteri saya itu baru saja melahirkan anak kedua dari suami yang empat tahun lalu dianggapnya aneh. Ya, lelaki sederhana itu menjadi Ayah dari putri kedua perempuan yang sejak saya mengenalnya, ternyata tak kalah sederhananya. Kalaulah ada perempuan yang bahagia menikah dengan lelaki sederhana, ialah perempuan sederhana. Jika saya menganggap sahabat saya itu lelaki paling sederhana yang pernah saya kenal, tentulah isterinya adalah perempuan paling sederhana yang saya kenal.
***
Di saat beberapa sahabat lain berkali-kali mengganti telepon selularnya, lelaki ini tak pernah iri dan tetap setia dengan yang digenggamnya bertahun-tahun lalu. Sudah pasti Anda tak akan pernah menemukan telepon selularnya di barisan barang bekas sekali pun. Ia lebih sering mengganti nomor selularnya lantaran teramat sering hangus tak terisi ulang.
Jangan pernah tertipu dengan senyum manisnya yang sering menyembunyikan beribu gundah di hatinya, tentang Ayahnya yang sakit-sakitan, kecemasan akan ibunya yang masih saja berjualan nasi uduk di usia senjanya, tentang penghasilannya yang sudah habis di pekan pertama. Kemampuannya mengubah sedih menjadi aura ketenangan di wajah dan sikapnya seolah menjelaskan kepada siapa pun yang mengenalnya dengan sebuah kalimat, “Tenang, semua bisa diatasi.”
Saat SMA dahulu, kami sering tertipu dengan senyum dan ketenangannya. Jika tak kami desak untuk bercerita, tak kan pernah tahu kami bahwa begitu cemasnya ia akan sebuah harapan untuk bisa menyelesaikan sekolahnya. Pantaslah jika sang ibu membasahi pipinya dengan air mata bangga saat lelaki sederhana itu menyandang gelar sarjana di tangannya.
Kalau Anda bertanya siapa lelaki paling sederhana yang pernah saya kenal, saya akan memperkenalkan Anda kepadanya. Saya bangga menjadi sahabatnya, ia sahabat sekaligus guru saya.
Bayu Gawtama

pria sensitive dengan aksi ekstreem

Sunday, November 26th, 2006

pria sensitive dengan aksi ekstreem

ASSALLAMUALAIKUM WR WB
bissmillah
gw bukannya mau gambarin diri gw sendiri ya !!
tapi ratusan tapi ribuan bahkan jutaan orang yg telah mendedikasikan hidupnya untuk tegaknya kalimah ALLAH di muka bumi. yg menjadikan ISLAM rahmatan lil alamin
kedamain lahir batin buah hasil keadilan yg merata iman sebagai kekuatan hidup mereka
pria2 peduli dengan sekitarnya dan membuatnya lebih baik mengharap ridho ALLAH
bertindak melangangkah dengan penuh perhitungan akan amalnya yg akan di hisab kelak
pria2 yg rindukan surga, dan
pria-pria yg yak pernah mau jadi budak dunia dan isinya
Shalawat serta salam tercurah junjungan kita Nabi ALLAH
Muhammad SAW Tak ada alasan tuk tuk tidak dustakannya,
Dialah pembimbing,guru dan pemimpin kita
Sbagai umatnya yg kita inginkan adalah bersamanya kelak di akhirat nanti
Tidak mungkin kita tak cinta padanya walaupun tak pernah rasakan hembusan nafasnya
Jutaan pujian tak akan sebanding dengan jasa-jasanya.
Tapi kenapa ya banyak orang mendustakan ajarannya …
Bahkan ada yg sampai muat karikatur yg tidak sopan yg buat marah umat ISLAM sedunia.Gw juga tersinggung dengan pernyataan paus Benedictus itu tentang definisi jihad hanya dengan perang.apa lagi si George w bush si lord of war yg selalu memojokan umat IslamYg luar biasa sadis lagi!! Apa lagi kalo bukan yahudi LAKNATULLAH yg tega2nya bunuh jutaan penduduk Palestine,ngerebut tanah mereka dengan cara tidak manusiawi..Entah apa lagi perbuatan setan berbentuk manusia dimuka bumi ini, tindakan ERRORISME (error yg terorganisir/sama dengan teroris).Entah apa juga yg terjadi dengan umat Islam yg mungkin tidak lagi bisa sensitive melihat penderitaan sodaranya, atau bahkan buta sama sekali yg hanya sibuk mempersoalkan perbedaan mahzab sadarlah
terkena provokasi kafir yg tak senang pada Islam tlah dituliskan dalam AL-qur’an :

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”(2:120)

Segala cara tlah dilakukan kafir yg memerangi kita untuk hancurkan kita,entah apa tujuan mereka.mungkin mereka memang orang2 yg hatinya tertutup dengan kebenaran.

Dan akhirnya sekumpulan pejuang ALLAH dating tuk hancurkan, mereka yg peduli
Mereka yg menunjukan rasa cinta ..mereka yg tidak tahan melihat saudara nya meninggal terbunuh,yg tidak tahan melihat soudarinya menangis,
Mereka yg memperjuangkan hukum ALLAH, mereka yg tidak akan kompromi lagi dengan musuh ALLAH..mereka yg bersihkan kembali bumi ALLAh dari tangan2 kotor musuh ALLAH.Bedakan lah orang yg berperang dijalan ALLAh dengan yg berperang demi nafsu belaka
Sebuah aksi yg diartikan oleh sebagian orang ekstrem (melebihi batas) padhal mereka yg bicara hanya tidak tahu..termakan propaganda yg tak jelas sumbernya
Kita tak pernah tahu kebenaran hanya iman yg bisa bedakannya,orang yg kita anggap penjahat ternyata pahlawan di negaranya,orang yg miskin di dunia ternyata kaya di surga

Orang buta tak sama dengan orang yang melihat,
orang tuli tak sama dengan orang yang mendengar,
orang bisu tak sama dengan orang yang berkata
orang bodoh tak sama dengan orang yang berakal
kita hanya seorang hamba,kita hanya seorang hamba

Semua di mata ALLAH adalah sama yg membedakannya hanya amalannya..
Bersihkan hati nurani berpegang teguhlah pada agama ALLAH

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”(3:102)

Tulisan ini cuma hasil pikiran gw yg banyak kelasalahnya bukan juga bentuk definisi dari islam itu sendiri, ini hanya hasil kegundahan hati ini yg tidak bisa berbuat apa2 selain membuat tulisan ini

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (9:14)

“Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,
dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa
Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembiraDan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir”(9:120-125)

yg maha benar hanya dari ALLAH azza wa jalla
Thanks
revoLUTHIon

wassallamualaikum wr wb

anak2 surga

Sunday, November 26th, 2006

INTIFADA

Tinggikan Intifada !!!

merdu lafadz syahdu, jiwa pun merindu
mengrantam rasa kalbu,yg bersinar ladu
anginkutap cahaya, bertiup berarak
kencang meredah maya, hanya untuk DIA

bangkisegar seirama,meluruskan rentak shafnya
riuh redah, basah lidah
kalam wahyu mewangi ditaman

bau semerbak harum,lukisan anggun terpana tinggikan INTIFADA !!
ku berantas misi,risalah suci wangikan taman yang dicemari

gema siang malam, alunan suara
burung2 bernyayi,dzikir tidak henti
lunaki ukir seni,halus menghiasi
persada alam ini ,hidup tidak mati

bangkisegar seirama,meluruskan rentak shafnya
riuh redah, basah lidah
kalam wahyu mewangi ditaman

bau semerbak harum,lukisan anggun terpana tinggikan INTIFADA !!
ku berantas misi,risalah suci wangikan taman yang dicemari

bau semerbak harum,lukisan anggun terpana tinggikan INTIFADA !!
ku berantas misi,risalah suci wangikan taman yang dicemari

masihkah bunga bicara,menjalinkan yang terpisah
semarak terus berusaha, pastinya ia akan berjaya

bau semerbak harum,lukisan anggun terpana tinggikan INTIFADA !!
ku berantas misi,risalah suci wangikan taman yang dicemari

bau semerbak harum,lukisan anggun terpana tinggikan INTIFADA !!
ku berantas misi,risalah suci wangikan taman yang dicemari

lyric by RABBANI

didedikasikan untuk anak2 palestina yg tlah melontarkan dan melemparkan batu kerikil panas tanah kelahiran para nabi,tuk anak-anak palestine yg tlah gugur berjuang tuk agama ALLAH, tuk seklompok anak-anak Palestine yg menamakan diri mereka INTIFADA

munafik tu yg mana?siapa?apa?

Thursday, November 23rd, 2006

Assallumualaikum,..

suatu ketika aku bersama temen2 sedang berbincang tentang poster yg berisi "kita pembunuh " berisi himbauan produk yg tlah membantu memerangi umat muslim..saat itu teman saya berkata "apakah perlu  kita memboicot, kan kasian orang2 yg kerja di perusahaan tersebut, ah yg ngomong juga blum tentu tidak memakai produk itu, kan halal kok..Munafik namanya" trus terbesit dalam hati ini …
munafik terhadap siapa…bukankah tuhan kita ALLAH, apanya yg munafik? jadi giamana seharusnya…apakah kita tega makan minum sementara kita tahu bahwa kita senag diatas penderitaan orang lain .. memang berat untuk  kita yg masih kurang imannya  di dunia penuh fitnah ini… kalo kita tahu sodara kita terbunuh karena produk "HALAL’" dan kita disebut munafik? lalu bagaimana kalo kita termasuk orang yg hanya sholat  kalao di suruh, lebih milih konser musik dari pada pengajian dan lain2, naaah yg itu disebut apaaan donk???

ALLAH sangat benci orang2 munafik zindiq,jahanam tempat mereka itu
smoga kita tidak termasuk orang didalamnya..
maaf jika tersinggung, ini hanya tuk mengingatkan buat ane dan kalian semua

WALAIKUMSALAM wr wb